Makam Korban KDRT Dibongkar
Kediri (kedirijaya.com) – Usai pihak keluarga curiga dan melapor kemapolres kediri adanya unsur kekerasan akibat kematian Kartini (40) anak perempuannya asal Desa Bendosari Kecamatan Kras,Polres Kediri akhirnya bersama Tim Identifikasi Polda Jatim membongkar makam milik Kartini, di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Bendosari Kecamatan Kras, Kamis(29/7/10).
Data dihimpun kematiannya diduga kuat menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga(KDRT) yang dilakukan oleh Misdianto, 53, yang tak lain suaminya sendiri. Petugas akan melakukan otopsi terhadap jenasah korban di RS Bhayangkara Kota Kediri, guna mengetahui lebih lanjut motif dan penyebab kematian Kartini.
Kepala Bidang Dokter Kesehatan Polda Jatim mengatakan, AKBP Heri W, usai melakukan pembongkaran mayat korban mengaku “Jenasah korban akan kami visum dalam dan luar. Jika memang diperlukan kami juga akan melakukan tes darahnya,”ungkapnya (29/7/10).
Pembongkaran makam yang berlangsung kurang lebih selama dua jam, dengan disaksikan sekitar 15 Tim Identifikasi Polda Jatim juga medapat pengawalan ketat dari petugas Polsek Kras dan Polres Kediri.
Informasi yang diperoleh dilapangan, Kartini tewas pada Minggu (25/7/10) sekitar pukul 04.00. Korban ditemukan tergeletak dalam kamar mandi rumahnya dengan kondisi kepala bagian belakang terluka. Sedang yang pertama kali melihat jasad korban adalah, Alfi, 12, putra korban yang masih duduk dibangku kelas enam sekolah dasar.
“Pagi itu, saya dibangunkan sama bapak (Misdianto), untuk jalan-jalan pagi. Sebelum
jalan-jalan saya ke kamar mandi dan melihat ibu sudah tergeletak di
lantai,” tuturnya.
Melihat hal itu, Alfi langsung mendekat ke tubuh ibunya. Kemudian dia, berusaha menggerak-gerakan tubuh ibunya sembari memanggilnya. Namun,korban tetap tidak bergerak sama sekali. Karena takut terjadi apa-apa dengan ibunya, Alfi pun berlari memanggil sang bapak. “Kemudian sama bapak tubuh ibu diangkat ke kamar dan kondisinya sudah tidak bernyawa,” jelas Alfi.
Karena awalnya kematian korban dianggap wajar pihak keluarga langsung memakamkan korban pada saat itu juga, tanpamembawanya ke rumah sakit terlebih dahulu. Namun, salah satu kerabat
korban, Rupini, 32, merasa janggal dengan kematian kakak sepupunya itu.
Menurutnya, saat jenasah korban dimandikan, dia melihat luka pada kepala bagian belakang dan mengeluarkan darah. “Masak kebentur lantai,kalau pun kebentur lantai lukanya tidak seperti itu,” jelasnya saat mengikuti prosesi pembongkaran mayat.Melihat kejanggalan tersebut, akhirnya Rupini mengumpulkan semua kerabatnya untuk membahas penyebab kematian korban. Setelah berkomunikasi dengan keluarga, pihak keluarga pun menganggap, ada
ketidak wajaran atas kematian korban. Keluarga mencurigai suami korban
sebagai penyebab kematian Kartini. Selanjutnya, mereka sepakat untuk
melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kras pada Rabu (28/7/10) pagi.
Karena belakangan ini hubungan rumah tangga antara korban dan suaminya kurang harmonis. Mereka sering terlibat cek-cok di rumah. Bahkan, saat ini Kartini menggugat cerai kepada suaminya.
Terpisah, Kapolres Kediri AKBP Iman Prijantoro mengatakan, pihaknya
masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Salah satunya, petugas
telah melakukan pebongkaran terhadap makam korban, untuk diotopsi agar
diketahui apa penyebab kematiannya.
Pihaknya juga sudah mengamankansuami korban, Misdianto, di Polsek Kras. Hal itu dilakukan untuk mempermudah proses penyelidikan petugas.(oel/mj)




Kediri (kedirijaya.com) – Dampak dari musibah banjir yang terjadi akhir-akhir ini, menyebabkan varietas tanaman padi milik petani tidak dapat menghasilkan panenan yang baik. Akibatnya, gabah dan beras hasil produksi tahun ini sulit masuk ke...»
Kediri (kedirijaya.com) – Pengetahuan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat yang minim.Merupakan Salah satu faktor Tingginya angka kematian akibat overdosis obat-obatan terlarang dan minuman keras yang terjadi akhir-akhir ini. Baik di wilayah Kediri dan sekitarnya....» 

