Limbah Medis Di Jual Belikan, Pihak RSUD Tak Mau Tahu
Kediri (kedirijaya.com) - Sampah medis yang keluar dari rumah sakit (rumkit) diduga diperjual-belikan secara bebas. Hal terbukti dari penangkapan satu pick up botol infus bekas dari bahan plastik dan sejumlah alat suntik oleh tim Buru Serga (Buser) Polres Kediri.
Informasi di lapangan menyebutkan, penangkapan sampah medis itu terjadi Jalan Raya Desa Cangkring, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Tepatnya, di rumah Arifin (40), seorang pengepul barang bekas atau rongsok.
Sumber dari salah seorang tim Buser Polres Kediri, sampah medis yang diamankan itu hendak dikirim ke rumah Heri (41), warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare. Heri diketahui sebagai daur ulang biji plastik dan usaha akumulator (AKI).
Sayangnya, Kapolres Kediri AKBP Iman Prijantoro enggan membeberkan penangkapan sampah medis. “Ah, nanti itu, sekarang belum,” kata Iman, dikonfirmasi di Mapolres Kediri.
Sementara itu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pelem Pare mengaku tidak tahu menahu adanya dugaan praktik jual-beli sampah medis. RS milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri itu mengaku masih berkoordinasi dengan pihak terkait.
Demikian disampaikan oleh staf Humas dan Promosi RSUD Pelem Nerry Siswa Santoso.”Kami belum menerima pemberitahuan atau surat resmi dari Polres Kediri. Apabila itu benar, maka kami segera berkoordinasi dengan pengawas dan keamanan,” kata Nerry, Kamis (29/7/10)
Nerry menjamin tidak ada sampah medisnya keluar. Sebab, selama ini sampah medis selalu diolah.
“Sampah medis kita pisah-pisahkan. Limbah cair diolah di IPAL, sedangkan sampah dalam bentuk padat dimusnahkan dengan cara dibakar di incenerator. Seperti halnya infus dan alat suntik,” terang Nerry.
Apabila terjadi ‘kebocoran’ atau keluar dari rumah sakit, imbuh Nerry ada sejumlah faktor. Diantaranya, teledornya bagian pengawasan pada sanitasi, dan ulah ‘nakal’cleaning servis.
“Infus-infus dan alat kesehatan tersebut diambili oleh cleaning service kemudian dikumpulkan jadi satu sebelum akhirnya dimusnahkan di incenerator,” beber Nerry
Karena bagian pengawasan (sanitasi, red) saat ini sedang berada di luar daerah, Nerry mengaku belum dapat memberi penjelasan secara detail. Akan tetapi, ia memastikan, seluruh alat-alat medis, baik yang masuk maupun keluar selalu dicek, dan dicatat secara detail.
Adi Laksono Kepala Dinas Kesehatan ketika dikonfirmasi melalui ponselnya mengaku tidak ada kaitannya dengan dinas kesehatan, namun sesuai teknisnya limbah medis itu harus langsung dimusnahkan dialat pemusnahan (inseniator).Sedangkan Suliani selaku Direktur RSUD Pelem Pare enggan berkomentar atas kondisi itu dan diminta wartawan mengkonfirmasikannya kebagian pelayanan. (nb/mj)



Kediri (kedirijaya.com) – Mantan Presiden RI Jusuf Kalla hadir dalam Halaqoh Nasional Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang diselenggarakan di Hotel Bukit Daun, Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Rabu (22/2/12) pagi. JK,...» 
