RSBI Perlu Dievaluasi? Wawali Sayangkan Sistem Pendidikan

Kediri (kedirijaya.com) – Wakil Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyayangkan sistem pendidikan yang ada di Kota Kediri. Pasalnya banyak diantara para siswa yang berprestasi malah mendapatkan sekolah yang tidak favorit sekelas Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).
“Kami sangat menyayangkan sekali, para siswa yang berprestasi malah tidak bisa sekolah ke sekolahan favorit karena keterbatasan biaya,” kata Abdullah, Selasa (29/6/10).
Abdullah menjelaskan, seperti yang dialami Wendy Ayu Puspitasari dari SDN Gayam 1, dan Zuhrotul Mawaddatil Ula dari SD Plus Rahmat, kedua siswi peraih ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN), mereka harus rela tidak bisa masuk RSBI karena memang tidak punya biaya. “Ini sangat ironis sekali, para siswa berprestasi malah tidak terakomodir,” ungkapnya.
Untuk itu, dia berharap agar Pemerintah Daerah (Pemda) untuk lebih memberikan perhatian terhadap para siswa dan siswi berprestasi, karena hanya ditangan mereka kemajuan Kota Kediri di masa mendatang. “Kami minta kepada Pemda untuk memberikan perhatian lebih terhadap siswa dan siswi berprestasi, jangan hanya diakomodir karena uangnya saja,” harapnya.
Untuk itu, sebagai wujud terima kasih terhadap kedua siswi tersebut yang telah mengharumkan Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar memberika piagam penghargaan dan juga akan membantu biaya sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. “Dikarenakan tidak adanya biaya kepada mereka, kami akan membantu mereka berdua agar bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Sekadar diketahui, dalam UASBN yang dilaksanakan April lalu, Wendy Ayu Puspitasari berhasil meraih nilai yang nyaris sempurna. Yaitu, Bahasa Indonesia 9,40; Matematika 10,00; dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 9,00. Totalnya adalah 28,40. Sementara Zuhrotul Mawaddatil Ula. Seperti halnya Ayu, siswa SD Plus Rahmat itu juga meraih nilai 28,40.(ak/mj)


Kediri (kedirijaya.com) – Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kota Kediri dalam lanjutan pembahasan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2012 mengepras pengajuan anggaran untuk lanjutan pembangunan Jembatan Brawijaya sebesar Rp 4 milyar. Hasilnya, tahun 2012...» 

