Salah Satu Program Wali Kota Belum Terealisasi
Kediri (kedirijaya.com) – Salah satu program yang menjadi prioritas pasangan Wali Kota Samsul Ashar dan Wawali Abdullah Abu Bakar adalah menempatkan satu dokter disatu kelurahan di seluruh Kota Kediri. Namun hingga saat ini belum juga terealisasi, padahal mereka sudah setahun lebih memimpin Kota Kediri. Dari 46 kelurahan di Kota Kediri, belum semua memiliki dokter.
Dari hasil pantauan di beberapa Puskesmas pembantu (pustu) yang berada di masing-masing Kelurahan di Kota Kediri, tidak ada satu pun dokter yang selalu berjaga, hanya terlihat para perawat yang menjaga obat. “Kalau dulu ada dokternya, kalau sekarang hanya hari Selasa saja,” kata Mu (56) warga Kelurahan Ngadirejo Kota Kediri, Rabu (19/5/10).
Sekadar diketahui, Wali Kota Samsul Ashar pernah menjanjikan jika salah satu program kerjanya akan mengembangkan bidang kesehatan. Yakni menempatkan satu dokter di setiap satu kelurahan.
Hal yang sama juga diungkapkan Su (46) warga Kelurahan Semampir, program 1 dokter 1 kelurahan tampaknya hanya janji-janji kosong. Pasalnya hingga saat ini program tersebut tidak terealisasi, hanya sekitar 3 bulan waktu program itu diluncurkan. “Dulu sekitar 3 bulanan, dokternya selalu ada disini, tapi sekarang hanya seminggu sekali,” ujarnya.
Sebagai masyarakat awam, dia juga berharap program tersebut secepatnya terealisasi, karena jika sewaktu-waktu ada masyarakat yang sakit tidak jauh-jauh pergi ke Puskesmas maupun Rumah Sakit. “Siapa sich yang mau sakit, tai kalau disetiap kelurahan ada dokternya, kita kan jadi lebih mudah,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut Kepala Bagian Humas Pemkot Kediri Nur Muhyar mengaku jika saat ini pihaknya masih kekurangan dokter untuk memenuhi 46 kelurahan yang ada di Kota Kediri. “Saat ini kami masih kurang 2, 6 diantaranya statusnya masih tenaga kontrak,” ujarnya.
Untuk itu pihaknya masih akan menunggu pengadaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) beberapa bulan mendatang. “Program satu dokter satu kelurahan bisa terealisasi jika kami mengadakan pengadaan CPNS nanti,” ungkapnya.
Namun demikian, orang kepercayaan Wali Kota Samsul Ashar ini tetap akan memenuhi dan juga melengkapi segala kekurangan dalam program ini. “Kita tetap akan berusaha melengkapi dan akan melangkah sedikit lebih maju dalam hal memberikan pelayanan terhadap masyarakat,” paparnya.
Muhyar menjelaskan, jika program ‘satu dokter satu kelurahan’ belum bisa terealisasi dikarenakan untuk mendapatkan dokter bukan perkara mudah. Pemkot telah berupaya mengajukan permohonan penambahan dokter kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, tidak bisa dipenuhi.(ak/mj)



Kediri (kedirijaya.com) – Warga Lingkungan Tirtoudan Kelurahan Tosaren Pesantren Kota Kediri , Sabtu Siang (20/3/10), digemparkan dengan penemuan kerangka manusia yang berada dilahan tebu milik Imam Suhadi (40) dan Kadek (40) Warga Setempat. Saat...» 
