Tak lama lagi Kediri Jaya Online akan menampilkan berbagai informasi seperti: Informasi Hotel, Restoran, Layanan Umum, Artikel Pendidikan dan sebagainya. Jika anda memiliki kritik dan saran silahkan kirimkan ke (webmaster @ kedirijaya.com)

Identitas Mayat Dalam Karung Mulai Terkuak


Kediri (kedirijaya.com) – Misteri dugaan korban pembunuhan yang diduga di penggal kepalanya beberapa waktu lalu mulai terkuak, meski polisi belum memastikan bahwa korban diduga adalah guru TK. Ini setelah Polres Kediri mulai kedatangan keluarga yang merasa  kehilangan anggota keluarganya. Masih diduga bahwa identitas mayat perempuan yang ditemukan di Hutan Manggis, Kecamatan Puncu, pada 5 April tersebut adalah Eni.

Ini diketahui setelah anggota keluarga guru TK ini melapor ke Polres Kediri. Mereka berasal dari Wates. “Informasinya anggota keluarganya yang hilang tersebut adalah guru TK. Mereka mengenalinya dari gelang plastik putih yang menempel pada diri korban,” terang Kasat Reskrim Polres Kediri, Aria Wibawa, Senin (12/4/10).

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Manggis digegerkan dengan penemuan mayat perempuan diperkirakan usianya masih remaja. Ini terindikasi dari pakaian yang dikenakannnya. Mayat itu mengenakan kaus putih betuliskan Jogja. Berjaket  jamper (tutup kepala) warna cokelat bertuliskan MCB Sport 8. Di tangannya terdapat gelang plastik warna  putih.

Mayat tersebut dalam keadaan dibungkus sak putih. Dua sak digunakan untuk membungkusnya. Diperkirakan, usia mayat di dalam hutan tersebut kurang lebih sebulan. Pasca penemuan mayat itu, ada dua warga yang melapor ke Polres Kediri kehilangan anggota keluarganya.

Menurut keterangan Aria, laporan pertama diterimanya dari keluarga Kasembon, Malang . Keluarga ini juga kehilangan anaknya yang masih di bangku SMP. Keluarga ini kehilangan anaknya bernama Novi . Tapi setelah mengetahui ciri-ciri yang ada pada mayat, kecil kemungkinan bahwa mayat itu identik dengan warga Kasembon.

Sementara itu, keluarga dari Wates tersebut juga masih antara iya dan tidak. Keluarga Eni sampai saat ini masih yakin kalau guru TK itu masih hidup. Meski begitu, mereka juga terus menunggu perkembangan informasi dari kepolisian. Sebab salah satu asesoris berupa gelang putih identik dengan milik Eni.

Namun Aria menegaskan bahwa pihaknya tak mau gegebah menetapkan identitas mayat perempuan yang diduga dipenggal tersebut. Apalagi setelah penemuan, mayat langsung dikirim ke Forensik Polda Jatim. “Kita masih lakukan uji forensik dulu. Apakah di bekas tulangnya terdapat luka atau memar. Termasuk apakah ada unsur racun. Tidak tertutup kemungkinan untuk mencocokkan identitas mayat  dengan tes DNA, meski ini sangat mahal,” kata Aria. (fa)



» Featured

» Populer

TKW Kediri Alami Penyiksaan di Malaysia

TKW Kediri Alami Penyiksaan di Malaysia Kediri (kedirijaya.com) – Kembali, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Tanah air mengalami kekerasan di Negara Malaysia. Kali ini menimpa dua orang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Kediri. Mereka, Manja Yeni (20), asal Desa Kauman,...» more..

Hasil Lengkap Tim Labfor Terkait Ledakan...

Hasil Lengkap Tim Labfor Terkait Ledakan di Kediri Kediri (kedirijaya.com) -Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim sudah selesai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ledakan di rumah Rodiah (45) di Jalan Supersemar 235 Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota Kediri. Inilah hasil lengkap temuan...» more..

» Populer

Derita Seorang Santri Butuh Biaya

Derita Seorang Santri Butuh Biaya Kediri (kedirijaya.com) – Mohammad Rofiq (22) santri asal Dusun Purworejo, Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri tengah terbaring dalam kondisi koma di Rumah Sakit HVA Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Karena keterbatasan ekonomi, dia...» more..

Kadinkes : Seharusnya Dimusnahkan.!!

Kadinkes : Seharusnya Dimusnahkan.!! Kediri (kedirijaya.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri meminta agar sampah medis dimusnahkan. Pasalnya, sisa-sisa kegiatan medis, khususnya dari rumah sakit (RS) dapat mengandung bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan. “Secara tehnis, sampah medis tidak boleh...» more..