* Pencurian Uang Kiai Idris Rp 375 Juta Polisi 5 Kali Gelar Rekonstruksi, Penyelidikan Masih Buntu
Kediri (kedirijaya.com) – Polresta Kediri kesulitan mengungkap kasus pencurian uang tunai Rp 375 juta milik pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri KH Idris Marzuki. Meski telah menggelar rekonstruksi ulang sebanyak lima kali, namun polisi belum memiliki gambaran pelaku.
“Kami sudah berusaha menggelar rekonstruksi ulang di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebanyak lima kali, namun belum ada titik terang. Kasulitannya terletak pada tidak adanya orang yang mengetahui saat pelaku mengambil uang itu,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP Rofiq Ripto Himawan, Selasa (30/3/10)
Kendati demikian, imbuh Rofiq, pihaknya tidak akan putus asa. Selain kembali memintai keterangan saksi-saksi, pihaknya juga masih mendalami rekaman kamera CCTV yang dipinjam dari Bank BCA Cabang Kediri.
“Selain itu, kami juga tengah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di daerah lain, utamanya daerah yang terjadi kasus pencurian dengan modus sama yakni, ban dikempes, lalu uangnya diambil,” terang Rofiq, yang mengaku belum dapat menggambar sketsa wajah pelaku karena memang belum menemukan petunjuk.
Disinggung mengenai kabar bahwa uang tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk Ponpes Lirboyo Kediri, Rofiq membantahnya. Rofiq mengaku jika uang itu merupakan hasil usaha Kiai Idris Marzuki dari kegiatan jual-beli mobil bekas
Masih kata Rofiq, sesuai keterangan Baedowi, bendahara Ponpes Lirboyo Kediri dan KH Idris Marzuki, bahwa uang yang dicuri tersebut adalah uang pondok pesantren. Uang itu akan digunakan untuk kegiatan belajar para santri di lembaga salafiyah yang tersohor itu di wilayah Jawa Timur itu.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aksi pencurian dengan modus kempes ban mobil milik nasabah bank kembali terjadi di wilayah hukum Polresta Kediri.
Pelaku yang ditengarai sempat menguntit mobil milik Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri KH Idris Marzuki dari belakang, akhirnya berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp 375 juta yang baru saja diambil tiga orang santrinya dari Bank BCA Cabang Kediri pada Rabu (24/3/10) sore.
Sementara itu dikabarkan, ada isu berkembang bahwa rumah salah satu kiai Lirboyo juga diobok-obok maling, dengan kerugian perhiasan emas dan uang tunai dengan total sekitar 2 milyard. (Mj/NB)





Kediri (kedirijaya.com) – Diduga kesal dengan tingkah laku Ali wagito (30) warga Dusun Jaten, Desa Blabak, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Yuni siswoyo (30) dan Deni Irawan (23) warga Lingkungan Jegles, Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren,...» 


