Beras Bencana ‘Hangus’
Kediri (kedirijaya.com) - Beras yang diperuntukan bagi korban bencana alam alias jatah dari Pemerintah Pusat yang disalurkan melalui Bulog untuk Pemerintah Kabupaten Kediri ‘Hangus’ kembali menjadi milik Negara.Sebanyak 98 ton beras yang tersimpan digudang bulog sub divisi regional v kediri itu merupakan sisa yang tidak dimanfaatkan oleh Pemkab Kediri guna meringankan beban warga yang tertimpa musibah bencana alam. Beras yang diperuntukan bagi Korban Bencana Alam itu tiap tahunnya dialokasikan sebanyak 100 ton per kabupaten ataupun kota di Jawa Timur.
Samsudin selaku Kepala Bulog Sub Divisi Regional 5 Kediri mengaku, sebanyak 98 ton beras yang diperuntukan bagi korban bencana alam diwilayah kabupaten kediri tersebut tidak diambil alias tidak dimanfaatkan untuk diberikan kewarga masyarakat yang terkena musibah bencana alam.
“Untuk Kabupaten Kediri telah memanfaatkan alokasi beras untuk korban bencana alam sebanyak 2 ton, diperuntukan bagi masyarakat di 4 Desa masing-masing, Desa/ Kecamatan Ngancar, Desa Bulusari Kecamatan Tarokan, Desa Ngasem dan Desa Karangrejo Kecamatan Gampengrejo,” pungkasnya ke kedirijaya.com, (4/1/10).
Kabulog menegaskan, ditahun 2010 ini, pihaknya berharap Pemerintah Daerah untuk dapat memanfaatkan beras khusus bencana alias jatah guna disalurkan kewarga masyarakat jika dibeberapa wilayah desa atau kecamatan benar-benar terkena bencana alam.
Sementara itu pemerintah kabupaten kediri ditahun 2009 yang lalu tercatat tidak memberikan bantuan terhadap2 desa di kecamatan kras yang tertimpa bencana alam puting beliung hingga belasan rumah warga rusak serta 2 bangunan kandang ambruk.
Kepala Bagian Humas Pemkab Kediri, Eko Setiono mengaku, saat itu anggaran untuk bencana memang diakhir tahun 2009 menipis, sehingga pihaknya tidak berani melakukan alokasi anggaran untuk itu sebab memakan waktu karena harus koordinasi dengan pihak terkait.
Sekedar diketahui, Bulog Sub Divisi Regional V Kediri ini membawahi Kabupaten Kediri, Kotamadya Kediri dan Kabupaten Nganjuk dimana ditiap kabupaten atau kota yang ada dibawah daerah pendistribusian bulog tiap tahunnya mendapatkan alokasi beras dari pemerintah pusat khusus untuk bencana sebanyak 100 ton. (MJ)




Kediri (kedirijaya.com) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj tidak ingin Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) mengalami konflik berkepanjangan. Oleh sebab itu, Kang Said, sapaan...» 

