Liburan Natal dan Tahun Baru, Stok Darah Tidak Aman
Kediri (kedirijaya.com)– Libur Natal dan tahun baru merupakan saat-saat kritis bagi unit tranfusi darah cabang (UTDC) PMI Kota Kediri. Pasalnya, saat itu kebutuhan darah sedang tinggi-tingginya. Di sisi lain, jumlah donor malah menurun karena banyak warga yang sedang menikmati liburan ke luar kota
Saat ini, pasokan darah di UTDC PMI Kota Kediri masih mengkhawatirkan, dalam sehari rata-rata 140 darah. Padahal kebutuhan mencapai 200 hingga 300 per hari. “Titik aman, yakni antara 200 hingga 300,” kata Dokter seleksi donor UTDC PMI Kota Kediri, dr. Ika Widiastuti, Sabtu (26/12).
Kebutuhan untuk seluruh jenis darah mencapai 200 – 300 kantong per hari. Namun, dia menyadari, dalam beberapa hari ke depan, kebutuhan darah semakin meningkat tajam. “’Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, angka kebutuhan darah meningkat drastis pada saat-saat ini. Contohnya, sangat banyak kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
Meski begitu, harga pengganti darah masih sama. Untuk pasien di rumah sakit negeri, biayanya Rp 200 ribu untuk tiap kantong dan RS swasta Rp 300 ribu per kantong. Pasien miskin yang menggunakan kartu jamkesmas dikenai biaya Rp 20 ribu untuk tiap kantong darah yang digunakan.
Untuk mengantisipasi saat kritis, dr. Ika menggandeng beberapa institusi untuk mendorong agar stok darah UTDC PMI tidak jatuh pada titik kritis. Pada beberapa hari mendatang, UTDC PMI agar melakukan system jembut bola, yakni mensosialisasikan ke gereja-gereja untuk kiranya mau mendonorkan jemaatnya dan meminta para keluarga untuk bersedia mendonorkan darah bagi keluarga yang membutuhkan. “Hari natal ini akan kami jadikan momentum untuk meminta gerje-gereja agar jemaatnya mau mendonorkan darah,” ujarnya.
Ira Widiastuti menambahkan dengan langkah jemput bola diharapkan kekurangan stok darah dapat teratasi. Menurutnya keberadaan stok darah sangat vital bagi keberlangsungan hidup korban yang membutuhkan.
Sementara itu, Bagus Triyono salah satu pendonor ketika ditemui usai donor mengatakan, dia hanya tiga bulan sekali melakukan donor, dan saat ini dirinya telah 22 kali melakukan kegiatan kemanusiaan tersebut. “Saya sudah sejak tahun 1993 yang lalu, dan selalu rutin 3 bulan sekali,” ungkapnya.(AK)




Kediri (kedirijaya.com) – Sekelumit permasalahan kesehatan diwilayah kabupaten kediri dan nganjuk, baik dari segi pelayanan maupun banyaknya penderita yang kurang dapat perhatian ataupun yang lainnya. 1. Terkait Program Jamkesmas Dan Jamkesda Ada Sekitar 36...»
Kediri(kedirijaya.com) – Program E-KTP (elektronik-KTP) diKabupaten Kediri rencananya baru akan dimulai pada bulan April 2012 mendatang. Kondisi ini menyusul perangkat mesin pembuatan E-KTP dari Pemerintah Pusat belum semuanya dikirim. Dari 26 perangkat mesin untuk...» 



