Jembatan Alun-alun Terancam, Jalur Tidak Diubah
Kediri (kedirijaya.com)- Semenjak ada pengalihan jalur bus dari arah Surabaya ke Kediri, yang sebelumnya melewati jalan Hasanudin, dan kini dialihkan ke barat melewatijembatan baru Semampir dan jembatan alun-alun Kota Kediri, tampak ada penumpukan kendaraan di atas jembatan alun-alun.
Penumpukan ini sangat padat sepanjang 100 meter mulai dari trafight light perempatan Dhoho Plasa, sehingga dikhawatirkan ada kelebihan muatan di atas jembatan tersebut. Kondisi itulah yang membuat sebagian besar masyarakat khawatir jika melewati jalur jembatan itu.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Ahmad Sudradjat mengatakan, jalur bus yang melintas di atas jembatan itu akan tetap diberlakukan, justru pada awal tahun tersebut pihaknya akan mengadakan pemantauan tingkat kepadatan di jembatan baru alun-alun. “Justru saat kepadatan itu akan kita buat bahan evaluasi, apakah perubahan jalur ini dilanjutkan ap tidak,” ujarnya.
Ahmad Sudradjat menegaskan, jika nanti kepadatan tidak bisa diatasi lagi, maka pemkot bisa membatalkan perubahan jalur yang ada. “Kalau tidak memungkinkan, tinggal menghentikan saja perubahan jalur itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Kediri mewacanakan untuk membuat jembatan layang yang melintas dari arah selatan ke utara sepanjang perempatan Dhoho Plasa Kota Kediri. Pembuatan jembatan laying tersebut bertujuan untuk mengatasi kemacetan dan kepadatan di atas jembatan. “Karena jika ada kendaraan yang berhenti diatas jembatan itu sangat membebani jembatan, maka kami berencana membuat Fly Over disitu,” kata Plt. Kepala DPU, Budi Siswantoro.
Saat ini, dikatakan Budi Siswantoro rencana pembangunan Fly Over ini masih diusulkan dalam rapat anggaran di hadapan DPRD Kota Kediri, dari 2 yang diusulkan, yakni Jl. Airlangga – Jl. Brawijaya, tampaknya akan didahulukan untuk pembangunan Fly Over yang di Alun-alun. “Karena membutuhkan anggaran yang cukup banyak, maka akan kami prioritaskan yang Alun-alun dulu,” katanya.
Budi Siswantoro menambahkan, kemungkinan proyek ini baru akan dimulai pada tahun 2011. “Kalau 2010 mungkin masih sebatas FS-nya, mungkin 2011,” ungkapnya. (AK)



Kediri (kedirijaya.com) – Keberadaan kios kambing dadakan di sebagian trotoar jalan protokol Kota Kediri menuai protes warga.Warga menganggap pasar kambing baru itu telah menimbulkan polusi udara. Praktis upaya penertiban yang sempat diagendakan dinas pertanian...» 

